Tangerang Selatan, 13 September 2026 – Polres Tangerang Selatan memberikan dukungan kepada keluarga jurnalis yang masih dinyatakan hilang dalam insiden di perairan Selat Sunda. Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya. Jajaran kepolisian mendatangi keluarga untuk menyampaikan empati sekaligus memberikan semangat selama proses pencarian berlangsung. Peristiwa hilangnya rombongan jurnalis dan kru kapal telah menjadi perhatian luas karena operasi pencarian berlangsung selama beberapa hari dengan melibatkan berbagai instansi. Keluarga terus mengikuti setiap perkembangan yang disampaikan tim SAR gabungan. Kepolisian berharap dukungan yang diberikan dapat membantu keluarga menghadapi masa penantian yang penuh ketidakpastian.
Kunjungan jajaran Polres Tangerang Selatan juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan keluarga selama operasi pencarian berlangsung. Komunikasi langsung dinilai penting karena keluarga membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan di lapangan. Kepolisian berupaya membantu sesuai kewenangan sekaligus berkoordinasi apabila terdapat kebutuhan yang memerlukan dukungan instansi lain. Pendekatan tersebut dilakukan agar keluarga tidak merasa menghadapi situasi sulit seorang diri. Petugas juga menyampaikan doa agar seluruh orang yang masih dicari dapat segera ditemukan. Harapan yang sama terus disampaikan oleh rekan sesama jurnalis dan masyarakat dari berbagai daerah.
Rombongan yang hilang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang melakukan perjalanan untuk kegiatan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka menggunakan kapal cepat sebelum komunikasi dilaporkan terputus ketika berada di perairan Selat Sunda. Sejak laporan kehilangan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, kepolisian, serta berbagai unsur lainnya. Titik terakhir komunikasi menjadi salah satu dasar awal untuk menentukan wilayah penyisiran. Seiring berjalannya waktu, area pencarian terus diperluas berdasarkan perhitungan arus, arah angin, dan kondisi gelombang. Upaya tersebut dilakukan untuk memperbesar peluang menemukan kapal maupun orang yang berada di dalamnya.
Dukungan kepada keluarga menjadi bagian penting karena operasi pencarian yang berlangsung panjang dapat menimbulkan tekanan emosional. Setiap informasi mengenai temuan di laut dapat menimbulkan harapan sekaligus kekhawatiran bagi mereka yang menunggu. Karena itu, perkembangan perlu disampaikan berdasarkan informasi yang telah diverifikasi. Keluarga diharapkan tidak harus menghadapi berbagai kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Kepolisian dan tim pencarian juga meminta masyarakat berhati-hati ketika menyebarkan informasi melalui media sosial. Informasi yang tidak akurat berpotensi menambah beban keluarga di tengah situasi yang sudah sulit.
Operasi SAR sendiri terus diperkuat dengan pengerahan kapal dan dukungan pencarian melalui udara. Sejumlah sektor laut ditentukan agar armada dapat melakukan penyisiran secara sistematis tanpa terlalu banyak mengulang wilayah yang sama. Helikopter digunakan untuk mengamati permukaan laut dari ketinggian dan mencari kemungkinan kapal, pelampung, serpihan, maupun benda lain yang dapat menjadi petunjuk. Kapal-kapal kemudian bergerak menuju koordinat tertentu apabila terdapat informasi yang perlu diperiksa dari jarak dekat. Pola pencarian dapat berubah setiap hari mengikuti hasil evaluasi tim. Kondisi Selat Sunda yang dinamis membuat perhitungan harus terus diperbarui.
Selain unsur pemerintah, nelayan dan masyarakat pesisir juga ikut memberikan perhatian terhadap pencarian tersebut. Mereka diminta melaporkan apabila melihat atau menemukan benda yang diduga berkaitan dengan kapal rombongan. Pengetahuan nelayan mengenai karakter perairan dapat menjadi informasi tambahan bagi petugas. Penyisiran tidak hanya dilakukan di laut terbuka, tetapi juga dapat mencakup pulau dan garis pantai yang berada dalam perkiraan jalur arus. Setiap temuan kemudian harus diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan rombongan. Keterlibatan masyarakat membuat pengamatan terhadap wilayah yang sangat luas dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Solidaritas dari kalangan jurnalis juga terus mengalir sejak kabar hilangnya rombongan diketahui. Doa bersama digelar di sejumlah daerah dengan harapan seluruh rekan mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Beberapa organisasi dan komunitas jurnalis ikut mengikuti perkembangan operasi serta memberikan dukungan kepada keluarga. Aktivitas tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas profesi ketika rekan mereka menghadapi situasi darurat saat menjalankan tugas. Kegiatan jurnalistik di lapangan memang dapat membawa pekerja media menuju lokasi dengan kondisi geografis maupun cuaca yang memiliki risiko tertentu. Keselamatan karena itu menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam setiap penugasan.
Insiden tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan dan komunikasi ketika melakukan perjalanan laut. Kapal perlu dilengkapi alat komunikasi yang dapat tetap digunakan dalam kondisi darurat serta perangkat penentu lokasi untuk membantu pencarian. Pelampung harus tersedia sesuai jumlah orang di kapal dan dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi keadaan tidak terduga. Informasi mengenai rute perjalanan juga sebaiknya diketahui pihak di darat agar pencarian dapat segera dilakukan apabila komunikasi terputus. Pemeriksaan kondisi kapal sebelum keberangkatan memiliki peran yang sama pentingnya. Evaluasi terhadap seluruh aspek tersebut dapat dilakukan setelah operasi pencarian selesai.
Bagi keluarga, perhatian dari kepolisian dan masyarakat memberikan dukungan selama menunggu hasil pencarian. Namun, harapan utama tetap tertuju pada kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Setiap hari operasi berlangsung berarti tim harus menghadapi wilayah pencarian yang semakin luas akibat kemungkinan pergerakan arus. Meski demikian, personel gabungan terus melakukan penyisiran berdasarkan analisis terbaru. Dukungan kepada keluarga berjalan bersamaan dengan upaya teknis yang dilakukan di lapangan. Seluruh pihak berharap terdapat petunjuk yang dapat mempersempit wilayah pencarian dan memberikan kepastian.
Dukungan Polres Tangerang Selatan kepada keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda menjadi bagian dari solidaritas yang terus mengalir selama operasi SAR berlangsung. Kepolisian menyampaikan empati, doa, dan semangat kepada keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya. Sementara itu, tim gabungan tetap melakukan pencarian melalui laut, udara, pulau, dan kawasan pesisir berdasarkan perkembangan perhitungan arus. Masyarakat juga diminta membantu dengan melaporkan setiap temuan yang berpotensi berkaitan dengan rombongan tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Lima jurnalis dan tiga kru kapal masih menjadi fokus pencarian berbagai unsur yang terlibat. Harapan keluarga, rekan jurnalis, kepolisian, dan masyarakat tetap sama, yakni seluruh rombongan dapat segera ditemukan dan mendapatkan kepastian mengenai kondisi mereka.




