Jakarta, 23 September 2026 – Borneo FC Samarinda mendapatkan tambahan dukungan untuk menjalani musim kompetisi 2026/2027 yang dipenuhi agenda nasional hingga internasional. Klub berjuluk Pesut Etam tersebut resmi menjalin kolaborasi dengan jenama kuliner lokal Se’Indonesia. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 22 September 2026. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu modal pendukung Borneo FC menghadapi persaingan Super League dan kompetisi antarklub regional.
Musim ini menjadi periode yang cukup menantang bagi Borneo FC karena klub tidak hanya berfokus pada kompetisi domestik. Pesut Etam juga dijadwalkan tampil dalam ASEAN Club Championship Shopee Cup serta AFC Challenge League. Sejumlah laporan juga mencantumkan League Cup dalam agenda kompetitif klub musim ini. Padatnya kalender pertandingan membuat dukungan dari berbagai mitra menjadi bagian penting dalam perjalanan tim sepanjang musim.
Direktur Utama Borneo FC Samarinda Ponaryo Astaman menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk membangun sinergi secara berkelanjutan. Menurutnya, kerja sama tidak hanya diarahkan untuk mendukung perjalanan klub dalam kompetisi nasional. Borneo FC juga ingin membuka peluang dan jejaring lebih luas ketika membawa nama Indonesia pada kompetisi internasional. Kolaborasi dengan mitra dari dalam negeri diharapkan memberikan nilai tambahan bagi kedua pihak selama musim berjalan.
Dukungan tersebut juga akan terlihat langsung dalam sejumlah pertandingan kandang Borneo FC. Se’Indonesia dijadwalkan menghadirkan booth aktivasi untuk mendekatkan kolaborasi dengan para pendukung Pesut Etam. Selain aktivitas pada hari pertandingan, kerja sama mencakup keterlibatan dalam program komunitas Borneo Goes to School. Program tersebut menjadi bagian dari upaya klub menjaga hubungan dengan masyarakat dan generasi muda sepanjang musim.
Co-Founder dan CEO Se’Indonesia Rinaldi Dharma Utama mengatakan langkah menuju tingkat persaingan yang lebih luas akan selalu membawa tantangan baru. Ia melihat perjalanan Borneo FC memiliki semangat untuk terus berkembang dan beradaptasi ketika menghadapi kompetisi nasional maupun regional. Kesamaan semangat tersebut menjadi salah satu dasar kerja sama kedua pihak. Kolaborasi juga diharapkan memperlihatkan kemampuan entitas yang dibangun di Indonesia untuk berkembang dan mendapatkan eksposur lebih luas.
Dukungan baru datang ketika Borneo FC sedang menjalani proses pembentukan tim di bawah pelatih Mauro Jeronimo. Klub melakukan perubahan besar pada komposisi skuad dengan kehadiran lebih dari 24 pemain baru menjelang musim ini. Jeronimo sebelumnya mengakui proses tersebut membutuhkan waktu untuk membangun koneksi dan identitas permainan. Ia tetap melihat potensi tim dari intensitas permainan dan jumlah peluang yang mampu diciptakan meskipun hasil pada awal musim belum selalu sesuai harapan.
Borneo FC sendiri memasuki musim 2026/2027 dengan modal status runner-up Super League musim sebelumnya. Capaian tersebut membuat klub asal Samarinda memiliki tantangan untuk menjaga konsistensi di tengah kalender pertandingan yang lebih padat. Selain bersaing dengan klub-klub domestik, mereka harus mempersiapkan skuad untuk menghadapi lawan dari luar Indonesia. Kedalaman pemain, kebugaran, dan kemampuan melakukan rotasi menjadi semakin penting ketika pertandingan berlangsung dalam beberapa kompetisi berbeda.
Perjalanan awal Borneo FC di Super League musim ini juga menunjukkan persaingan yang tidak mudah. Pesut Etam membuka kompetisi dengan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri pada 5 September. Mereka kemudian bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Persijap Jepara pada 12 September, sebelum kembali mengalami kekalahan 1-3 dari Dewa United empat hari kemudian. Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan Borneo FC pada fase awal musim.
Agenda internasional membuat tantangan tersebut semakin besar. Jadwal resmi klub mencantumkan pertandingan ASEAN Club Championship Shopee Cup melawan Buriram United pada 7 Oktober 2026. Pertandingan regional akan menambah kebutuhan klub untuk mengelola kondisi pemain di sela-sela agenda Super League. Di sisi lain, kompetisi internasional memberikan kesempatan kepada Borneo FC memperluas pengalaman skuad dan membawa nama sepak bola Indonesia pada level yang lebih tinggi.
Kolaborasi terbaru pun menjadi bagian dari upaya Borneo FC memperkuat fondasi klub ketika menghadapi musim yang panjang. Dukungan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan kompetitif, tetapi juga mencakup aktivasi bersama suporter dan program komunitas. Ponaryo berharap sinergi tersebut dapat membuka peluang baru sekaligus memperluas jejaring Borneo FC di tingkat nasional maupun internasional. Dengan persaingan Super League yang ketat dan agenda regional yang menanti, Pesut Etam kini dituntut menjaga konsistensi agar dapat bersaing di seluruh kompetisi yang mereka jalani.




