Jakarta, 24 September 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan sesi pertama Kamis dengan melemah 1,06 persen atau 67,80 poin ke level 6.307,11. Tekanan jual terjadi secara luas dengan 472 saham berada di zona merah. Sementara itu, sebanyak 184 saham masih mampu menguat dan 307 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. IHSG bertahan di zona negatif sejak awal perdagangan hingga memasuki jeda siang.
IHSG sebelumnya membuka perdagangan di kisaran 6.364 sebelum bergerak semakin rendah. Sepanjang sesi pertama, indeks menyentuh level tertinggi 6.368,57 dan terendah 6.304,01. Posisi penutupan sesi pertama yang berada tidak jauh dari titik terendah memperlihatkan tekanan jual masih cukup kuat hingga akhir perdagangan pagi. Kapitalisasi pasar pada periode tersebut tercatat sekitar Rp11.031 triliun.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai di tengah pelemahan indeks. Data perdagangan mencatat volume sekitar 17,48 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp6,09 triliun. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 945 ribu kali selama sesi pertama. Besarnya jumlah saham yang melemah dibandingkan saham yang menguat menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada beberapa emiten berkapitalisasi besar, tetapi menyebar ke berbagai saham di pasar.
Tekanan juga terlihat pada seluruh indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Sektor bahan baku menjadi salah satu yang mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 1,68 persen, disusul sektor industri yang melemah 1,63 persen. Sektor properti terkoreksi 1,30 persen, teknologi turun 1,17 persen, energi melemah 1,15 persen, dan sektor siklikal kehilangan 1,07 persen. Sektor kesehatan, keuangan, infrastruktur, transportasi, serta non-siklikal turut mencatatkan pelemahan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham tetap mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) memimpin kelompok penguatan setelah melonjak 25 persen ke Rp320. PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyusul dengan kenaikan 24,62 persen ke Rp81, sedangkan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,58 persen menjadi Rp294. Kinerja ketiga saham tersebut berlawanan dengan arah IHSG yang mengalami koreksi lebih dari satu persen.
Pada kelompok saham yang mengalami penurunan terdalam, PT Steady Safe Tbk (SAFE) terkoreksi 14,62 persen menjadi Rp730. PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menyusul dengan pelemahan 14,60 persen menjadi Rp234. Sementara saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 14,55 persen menjadi Rp141. Global Mediacom dan MNC Digital Entertainment juga termasuk saham dengan koreksi besar pada sesi pertama.
Tekanan pasar turut diwarnai aksi jual investor asing. Hingga jeda perdagangan siang, investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp987 miliar. Saham Bank Mandiri menjadi salah satu yang banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih sekitar Rp237,12 miliar, diikuti Bank Rakyat Indonesia sekitar Rp90,69 miliar dan Telkom Indonesia sekitar Rp76,70 miliar. Arus dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut memberikan tekanan terhadap pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi aktivitas transaksi, saham Bank Mandiri mencatat nilai transaksi sekitar Rp321 miliar pada sesi pertama. Dian Swastatika Sentosa menyusul sekitar Rp290 miliar dan Bumi Resources sekitar Rp242 miliar. Sementara dari sisi volume, BUMI dan KPIG termasuk saham yang paling aktif diperdagangkan. Tingginya aktivitas pada sejumlah saham menunjukkan investor tetap aktif melakukan transaksi meskipun arah pasar secara keseluruhan sedang melemah.
Analisis teknikal yang beredar pada perdagangan Kamis menempatkan sejumlah area sebagai perhatian pelaku pasar. Salah satu proyeksi menyebut IHSG berpotensi menguji area 6.208–6.258 apabila tekanan berlanjut, dengan area penguatan terdekat berada pada 6.387–6.418. Level dukungan juga dipantau pada sekitar 6.267 dan 6.108, sedangkan area resistensi berada di sekitar 6.440 dan 6.535. Level tersebut merupakan proyeksi teknikal sehingga tidak menjamin arah pergerakan indeks berikutnya.
Tekanan yang terjadi pada sesi pertama akhirnya berlanjut hingga penutupan perdagangan Kamis. IHSG menutup hari dengan pelemahan 1,20 persen atau 76,30 poin ke level 6.298, lebih rendah dibandingkan posisi 6.307 pada jeda siang. Pada penutupan perdagangan, 487 saham tercatat melemah, 198 saham menguat, dan 278 saham stagnan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp11 triliun. Pergerakan tersebut menegaskan tekanan jual masih bertahan hingga akhir perdagangan, setelah sejak pagi mayoritas saham bergerak di zona merah.




