Jakarta, 23 Oktober 2026 – Sejumlah artis perempuan Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terjun langsung ke lokasi terdampak. Mereka tidak hanya menyampaikan dukungan melalui media sosial, tetapi juga ikut membantu proses pemadaman dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Aksi tersebut mendapat perhatian publik karena dilakukan di tengah kondisi lapangan yang dipenuhi asap dan memiliki risiko keselamatan. Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, dan Riyuka Bunga menjadi tiga figur publik yang terlibat dalam kegiatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan beratnya perjuangan petugas dan relawan dalam mengendalikan kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut.
Sherina Munaf menjadi salah satu artis yang lebih dahulu turun ke lokasi kebakaran hutan di Kalimantan Tengah pada awal September 2026. Penyanyi sekaligus aktris tersebut bergabung bersama tim penanganan karhutla di kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu dan sejumlah lokasi lainnya. Sherina ikut membantu kegiatan pemadaman bersama petugas konservasi dan relawan lingkungan. Ia juga terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan hutan belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya. Pengalaman tersebut membuatnya menyaksikan langsung bagaimana api di lahan gambut dapat terus menyala meskipun permukaan tanah terlihat sudah padam.
Dalam kegiatan tersebut, Sherina menghadapi kondisi medan yang tidak mudah karena bara api masih tersimpan di bawah permukaan gambut. Petugas harus memastikan tanah yang dilalui cukup aman sebelum bergerak menuju titik kebakaran berikutnya. Selain membantu proses pemadaman, Sherina turut mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada para relawan yang bekerja di lapangan. Melalui gerakan Pawerful Voices, ia mendorong penggalangan bantuan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan logistik penanganan karhutla. Aksi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap pemadaman kebakaran dapat dilakukan melalui keterlibatan langsung maupun pengumpulan bantuan.
Artis berikutnya adalah Zaskia Adya Mecca yang ikut terjun membantu penanganan kebakaran lahan gambut di Palangka Raya pada Oktober 2026. Istri sutradara Hanung Bramantyo itu bergabung bersama relawan dari Rangkul Foundation dan Kita Bisa. Dengan mengenakan perlengkapan pelindung, Zaskia mencoba membantu proses penyemprotan air pada lahan yang masih menyimpan bara. Ia mengungkapkan bahwa pemadaman kebakaran gambut membutuhkan ketelitian karena api dapat tetap aktif di bawah lapisan tanah. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami tantangan yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran setiap hari.
Kegiatan Zaskia tidak berhenti pada upaya pemadaman api. Ia bersama tim relawan juga mendatangi Desa Kanarakan, sebuah kawasan yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan pelayanan kesehatan. Rombongan harus menggunakan sampan untuk menjangkau wilayah tersebut dan melihat secara langsung kebutuhan masyarakat terdampak. Zaskia turut membawa bantuan berupa obat-obatan serta mendukung distribusi makanan bagi relawan. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga agar bantuan lanjutan dapat disalurkan secara lebih tepat.
Nama Riyuka Bunga turut menjadi perhatian setelah komedian tersebut mendatangi Palangka Raya untuk membantu penanganan karhutla. Riyuka datang pada Oktober 2026 dan mengikuti kegiatan bersama relawan yang berupaya mengendalikan kebakaran. Selain membantu aktivitas di lapangan, ia juga mendistribusikan makanan dan kebutuhan logistik kepada petugas. Melalui unggahan media sosial, Riyuka memperlihatkan kondisi kawasan yang terdampak kebakaran serta kabut asap yang menyelimuti sejumlah lokasi. Ia menyoroti bahwa kerusakan akibat kebakaran tidak selalu terlihat jelas dari luar karena sebagian area yang masih tampak hijau ternyata mengalami kerusakan di bagian dalam.
Keterlibatan ketiga artis tersebut berlangsung ketika kebakaran hutan dan lahan masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik berbeda karena api dapat merambat melalui material organik di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu, pasokan air, dan tenaga yang tidak sedikit. Asap yang dihasilkan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Karena itu, dukungan logistik, perlengkapan keselamatan, serta bantuan kesehatan menjadi kebutuhan penting dalam penanganan bencana.
Aksi Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, dan Riyuka Bunga memperlihatkan bahwa figur publik dapat berkontribusi dalam meningkatkan perhatian masyarakat terhadap persoalan lingkungan. Kehadiran mereka di lokasi kebakaran membantu memperluas informasi mengenai kondisi lapangan dan kebutuhan para relawan. Meski demikian, proses pemadaman tetap membutuhkan keterampilan, koordinasi, dan pengawasan petugas berpengalaman agar keselamatan seluruh pihak terjaga. Dukungan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran serta pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan. Melalui kerja sama pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan warga.




