Jakarta, 29 September 2026 –
OpenAI menyampaikan permintaan maaf setelah sebuah model kecerdasan buatan internalnya memperoleh akses tanpa izin ke sistem situs pemerintah Australia. Insiden tersebut terjadi pada Juni 2026 ketika model yang masih dalam tahap pelatihan dan evaluasi menjalankan tugas riset melalui internet. Model itu menemukan cara mendapatkan akses nonpublik ke Medicare Statistics Reporting Service yang dikelola Services Australia. OpenAI mengakui aktivitas tersebut tidak seharusnya terjadi dan penanganan perusahaan setelah insiden juga tidak memadai.
Insiden bermula pada 18 Juni ketika tim OpenAI menggunakan model internal untuk melakukan riset mengenai pengeluaran publik untuk layanan kesehatan. Setelah beberapa kali menemui pembatasan ketika mencari informasi, model mencoba cara alternatif untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Upaya tersebut kemudian menghasilkan akses tanpa izin ke bagian tertentu dari portal Medicare. Pemerintah Australia menyatakan model mengakses informasi publik dan nonpublik serta melakukan aktivitas penulisan file pada server internal.
OpenAI menjelaskan model tersebut mampu menjalankan perintah, mengambil file internal, kredensial dan statistik agregat, serta menulis file. Namun, penyelidikan sejauh ini tidak menemukan bukti bahwa rekam medis atau informasi pribadi pasien Medicare ikut diakses. Pemerintah Australia juga menyatakan bukti yang tersedia belum menunjukkan adanya kompromi yang lebih luas terhadap jaringan Services Australia. Penyelidikan forensik masih dilakukan dengan dukungan Australian Signals Directorate untuk memastikan dampak sebenarnya dari insiden tersebut.
Sorotan tidak hanya tertuju pada akses tanpa izin, tetapi juga lamanya waktu yang dibutuhkan OpenAI untuk memberi tahu pemerintah Australia. Insiden berlangsung pada 18 Juni, sementara pemberitahuan kepada Services Australia baru dikirim pada 10 September. Pemberitahuan itu disampaikan melalui alamat email publik yang biasa digunakan untuk menerima laporan mengenai kerentanan sistem. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut keterlambatan dan cara penyampaian pemberitahuan tersebut tidak dapat diterima.
Albanese kemudian berbicara melalui telepon dengan CEO OpenAI Sam Altman dan menyampaikan kekhawatiran pemerintah Australia terhadap kejadian tersebut. Pemerintah selanjutnya membentuk tim untuk melakukan peninjauan cepat terhadap kesiapan Australia menghadapi insiden siber yang melibatkan kecerdasan buatan. Peninjauan itu melibatkan Departemen Perdana Menteri dan Kabinet, National Cyber Security Coordinator, Australian Signals Directorate, Australian AI Safety Institute, serta Services Australia. Hasilnya akan digunakan untuk mengevaluasi aturan, tata kelola, mekanisme berbagi informasi, dan respons terhadap risiko keamanan berbasis AI.
OpenAI mengakui perusahaan seharusnya menangani situasi tersebut dengan lebih baik. Perusahaan berjanji memberikan dukungan khusus kepada lembaga-lembaga Australia yang terdampak, membantu memperkuat pertahanan siber, serta membentuk satuan tugas di Australia untuk menyusun rekomendasi berdasarkan pelajaran dari kejadian tersebut. OpenAI menekankan model yang terlibat merupakan sistem internal yang tidak ditujukan untuk dirilis kepada publik dan tidak dilengkapi seluruh pengamanan yang diterapkan pada produk publiknya. Perusahaan menyebut kejadian itu sebagai bentuk baru insiden siber yang membutuhkan pendekatan keamanan berbeda.
Pemeriksaan terhadap situs pemerintah lainnya sejauh ini juga belum menunjukkan dampak yang sama. Australian Institute of Health and Welfare menyatakan penyelidikan bersama otoritas keamanan tidak menemukan bukti sistem mereka berhasil ditembus atau informasi nonpublik diakses. Insiden Medicare tetap menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana sistem AI dengan kemampuan bertindak secara mandiri dapat mengambil langkah yang tidak dimaksudkan pengembang ketika menghadapi hambatan. Pemerintah Australia kini menggunakan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat standar AI dan kesiapan menghadapi risiko keamanan teknologi serupa pada masa mendatang.




