Jakarta, 30 September 2026 – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan menilai penyelenggaraan lomba lari di Indonesia terus mengalami peningkatan kualitas. Perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya ajang yang memperhatikan standar penyelenggaraan, keselamatan peserta, pengukuran rute hingga pengalaman pelari. Antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari juga terus bertumbuh dan mendorong munculnya berbagai kompetisi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan atletik nasional. Lomba lari juga semakin berkembang menjadi kegiatan olahraga massal yang melibatkan komunitas serta masyarakat luas.
Menurut Luhut, peningkatan kualitas menjadi aspek penting di tengah semakin banyaknya ajang lari yang digelar di Indonesia. Penyelenggara tidak cukup hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga perlu memastikan seluruh aspek teknis memenuhi standar yang dibutuhkan peserta. Pengelolaan rute, titik hidrasi, layanan kesehatan, keamanan, hingga ketepatan pencatatan waktu menjadi bagian yang menentukan kualitas sebuah kompetisi. Penyelenggaraan yang profesional juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengikuti ajang serupa. Perkembangan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem olahraga lari yang semakin sehat dan berkelanjutan.
Pertumbuhan komunitas menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong perkembangan olahraga lari dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara individu kini berkembang menjadi kegiatan bersama dengan komunitas yang tersebar di berbagai kota. Kehadiran komunitas membuat masyarakat memiliki ruang untuk berlatih, bertukar pengalaman, serta mempersiapkan diri mengikuti perlombaan. Fenomena tersebut juga membuat penyelenggara semakin terdorong menghadirkan event dengan konsep dan kategori yang beragam. Peserta dapat memilih mulai dari jarak pendek hingga maraton sesuai kemampuan dan target masing-masing.
PB PASI memandang maraknya perlombaan juga dapat memberikan manfaat bagi pembinaan atlet apabila dikelola dengan baik. Kompetisi yang berkualitas menyediakan lebih banyak kesempatan bagi pelari nasional untuk mengukur kemampuan dan membangun pengalaman bertanding. Pada saat yang sama, penyelenggaraan lomba massal dapat menjadi sarana menemukan talenta baru yang sebelumnya belum masuk dalam sistem pembinaan formal. Atlet-atlet potensial kemudian dapat diarahkan menuju program latihan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, pertumbuhan industri lomba lari dapat berjalan beriringan dengan kepentingan prestasi atletik Indonesia.
Penyelenggaraan event lari juga memberikan dampak yang melampaui sektor olahraga. Ribuan peserta yang mengikuti perlombaan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan, terutama apabila peserta datang dari luar daerah. Hotel, restoran, transportasi, UMKM hingga destinasi wisata berpotensi mendapatkan manfaat dari pergerakan peserta dan pendamping. Konsep tersebut membuat sejumlah daerah mulai memadukan lomba lari dengan promosi pariwisata atau sport tourism. Dengan pemilihan rute yang tepat, peserta tidak hanya berkompetisi tetapi juga diperkenalkan dengan ikon dan karakter daerah penyelenggara.
Di tengah perkembangan tersebut, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian penting. Penyelenggara perlu menyediakan layanan medis, petugas yang memadai, manajemen lalu lintas serta prosedur penanganan keadaan darurat. Peserta juga perlu memahami kondisi fisiknya sebelum mengikuti perlombaan, terutama untuk kategori dengan jarak yang panjang. Standar penyelenggaraan yang semakin baik diharapkan dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah peserta dan event. PB PASI juga mendorong agar kualitas menjadi perhatian utama sehingga peningkatan popularitas olahraga lari tidak mengabaikan keamanan maupun kenyamanan peserta.
Meningkatnya kualitas lomba lari menjadi modal bagi Indonesia untuk membangun ekosistem atletik yang lebih kuat dalam jangka panjang. Banyaknya event memberikan kesempatan masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus memperbesar basis pencarian atlet potensial. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi standar penyelenggaraan di tengah semakin padatnya kalender perlombaan. Kolaborasi federasi, penyelenggara, pemerintah daerah, komunitas dan sektor swasta diperlukan agar perkembangan tersebut tetap berjalan secara sehat. Dengan kualitas yang terus diperbaiki, lomba lari di Indonesia berpeluang memberikan manfaat lebih luas bagi prestasi olahraga, kesehatan masyarakat hingga perekonomian daerah.




