Jakarta, 21 September 2026 – Kontingen Indonesia masih berada jauh di atas Malaysia dalam klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, hingga Senin sekitar pukul 11.00 WIB. Indonesia menempati posisi ke-12 dengan koleksi enam medali yang terdiri atas satu perak dan lima perunggu. Sementara Malaysia masih berada di kelompok bawah dengan dua medali perunggu tanpa emas maupun perak. Meski jumlah medali Indonesia tiga kali lebih banyak, persaingan masih sangat terbuka karena pesta olahraga terbesar Asia tersebut baru memasuki hari-hari awal. Sejumlah cabang juga masih mempertandingkan babak penyisihan sebelum memasuki perebutan medali. Posisi klasemen karena itu masih dapat berubah sepanjang pertandingan Senin.
Tambahan medali terbaru Indonesia datang dari cabang olahraga wushu melalui Eugenia Diva Widodo. Atlet Indonesia tersebut meraih perunggu pada nomor changquan putri setelah mencatatkan nilai 9,706 pada pertandingan Senin pagi. Eugenia berada di posisi ketiga di belakang Sham Hui Yu Lydia dari Hong Kong yang meraih emas dan Sou Cho Man dari Makau yang memperoleh perak. Hasil tersebut membuat koleksi perunggu Indonesia bertambah menjadi lima. Sebelumnya, Merah Putih menutup rangkaian pertandingan Minggu dengan lima medali. Keberhasilan Eugenia membuat Indonesia semakin menjauh dari Malaysia dalam jumlah keseluruhan medali sementara.
Satu-satunya medali perak Indonesia sejauh ini dipersembahkan Sumaya dari cabang teqball nomor tunggal putri. Sumaya berhasil melaju hingga pertandingan final sebelum harus mengakui keunggulan atlet Myanmar Wai Khin Hnin. Meski gagal mendapatkan emas, pencapaiannya menjadi medali perak pertama bagi Indonesia pada Asian Games 2026. Teqball juga memberikan medali lain melalui Yoga Ardika Putra yang mendapatkan perunggu pada nomor tunggal putra. Dengan demikian, cabang tersebut sudah menyumbangkan dua medali untuk kontingen Merah Putih. Perolehan tersebut menjadi modal awal Indonesia sebelum cabang-cabang unggulan lainnya memasuki fase perebutan medali.
Selain dari teqball, medali perunggu Indonesia datang dari beberapa cabang berbeda. Seraf Naro Siregar mempersembahkan perunggu dari wushu nomor changquan putra. Tim soft tennis beregu putra juga berhasil naik podium dengan mendapatkan medali perunggu. Sumbangan lainnya datang dari Leica Al Humaira Lubis melalui karate nomor kumite putri +68 kilogram. Eugenia kemudian melengkapi daftar tersebut dengan perunggu wushu changquan putri pada Senin pagi. Sebaran medali dari beberapa cabang menunjukkan Indonesia sudah mendapatkan kontribusi dari sejumlah nomor meskipun belum berhasil merebut emas.
Di bagian teratas klasemen, China mulai menunjukkan dominasinya dengan mengumpulkan 12 emas, enam perak, dan tiga perunggu atau total 21 medali pada pembaruan Senin pagi. Jepang sebagai tuan rumah berada di posisi kedua dengan enam emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu sehingga mengoleksi total 20 medali. Korea Selatan mengikuti di peringkat ketiga dengan empat emas, tiga perak, dan delapan perunggu. Kazakhstan berada di posisi keempat dengan empat emas dan dua perunggu. Sementara Thailand menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi setelah mengumpulkan tiga emas dan satu perak. Susunan tersebut masih sangat mungkin berubah karena berbagai final terus berlangsung.
Indonesia sendiri berada di bawah India dan Chinese Taipei dalam urutan klasemen meskipun jumlah total medalinya lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena penentuan peringkat Asian Games mengutamakan jumlah medali emas, kemudian perak dan perunggu apabila jumlah emas sama. India, misalnya, berada di posisi ke-10 dengan tiga perak meskipun jumlah total medalinya baru tiga. Chinese Taipei berada satu tingkat di atas Indonesia dengan dua perak dan satu perunggu. Indonesia yang memiliki satu perak dan lima perunggu kemudian menempati peringkat ke-12. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya medali emas untuk mendorong posisi Merah Putih naik secara signifikan.
Malaysia untuk sementara masih berada cukup jauh di bawah Indonesia. Kontingen Negeri Jiran tercatat baru mengumpulkan dua medali perunggu tanpa tambahan emas maupun perak pada pembaruan Senin pagi. Malaysia berada dalam kelompok negara dengan dua perunggu bersama beberapa kontingen lainnya. Berdasarkan sistem klasemen, satu medali emas dapat langsung membawa sebuah negara melompati sejumlah kontingen yang mempunyai banyak perak atau perunggu. Karena itu, keunggulan Indonesia terhadap Malaysia saat ini belum dapat dianggap menentukan untuk keseluruhan Asian Games 2026. Masih terdapat ratusan nomor pertandingan yang akan membagikan medali hingga penyelenggaraan berakhir.
Persaingan juga akan semakin ketat karena sejumlah cabang andalan negara-negara Asia Tenggara belum menyelesaikan seluruh pertandingan. Indonesia masih mempunyai peluang menambah medali dari berbagai cabang yang atletnya terus bertanding. Beberapa nomor baru memasuki babak awal, sementara sebagian lainnya mulai mendekati pertandingan final. Setiap tambahan emas akan memiliki dampak besar terhadap posisi Indonesia karena Merah Putih saat ini belum mempunyai medali emas. Bahkan satu emas berpotensi membawa Indonesia melewati beberapa negara yang saat ini berada di atasnya. Situasi tersebut membuat perkembangan klasemen dalam beberapa hari mendatang menarik untuk diikuti.
Asian Games 2026 berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang tersebut mempertandingkan puluhan cabang dengan ratusan nomor medali dan melibatkan ribuan atlet dari berbagai negara serta wilayah di Asia. Dengan kompetisi yang masih berada pada fase awal, klasemen Senin pagi belum memberikan gambaran akhir mengenai kekuatan setiap kontingen. Negara yang belum mendapatkan emas masih memiliki banyak kesempatan memperbaiki posisinya ketika cabang unggulan mulai memasuki final. Indonesia juga berada dalam situasi serupa setelah mendapatkan enam medali tanpa emas. Fokus kontingen berikutnya adalah mengubah sejumlah peluang menjadi podium tertinggi.
Untuk sementara, Indonesia dapat menjaga posisi di atas Malaysia dengan keunggulan enam berbanding dua dalam jumlah keseluruhan medali. Namun, target berikutnya bukan sekadar mempertahankan keunggulan terhadap negara tetangga, melainkan mulai mengumpulkan emas agar dapat naik dalam klasemen. Perunggu Eugenia Diva Widodo menjadi tambahan penting pada Senin pagi sekaligus menunjukkan wushu masih memberikan kontribusi bagi Merah Putih. Dengan jadwal pertandingan yang terus berjalan, angka dalam tabel medali dapat berubah hanya dalam hitungan jam. Posisi Indonesia dan Malaysia pun masih akan ditentukan oleh hasil berbagai final sepanjang Asian Games 2026. Perburuan medali Merah Putih kini berlanjut dengan harapan medali emas pertama segera hadir.




