Jakarta, 23 Mei 2026 – Menjelang perayaan Iduladha, permintaan hewan kurban di berbagai wilayah mulai mengalami peningkatan signifikan, termasuk di kawasan Jakarta Selatan yang menjadi salah satu pusat penjualan sapi terbesar setiap tahunnya. Seorang peternak asal Bima bernama Said mengaku bersyukur karena hampir seluruh sapi yang dibawanya ke ibu kota berhasil terjual dalam waktu relatif singkat. Dari total 85 ekor sapi yang dipasarkan, hanya tersisa dua ekor yang belum mendapatkan pembeli hingga akhir pekan ini. Tingginya minat masyarakat terhadap sapi asal Bima disebut menjadi salah satu faktor utama cepatnya penjualan hewan kurban tersebut. Kondisi ini pun memberikan harapan positif bagi para peternak daerah yang menggantungkan penghasilan besar dari momentum Iduladha setiap tahun.
Said menjelaskan bahwa proses penjualan tahun ini berjalan lebih cepat dibandingkan perkiraan awal karena banyak pembeli sudah mulai mencari hewan kurban sejak beberapa minggu sebelum hari raya. Menurutnya, kualitas sapi yang sehat, ukuran tubuh yang besar, serta perawatan intensif selama perjalanan menjadi alasan utama konsumen memilih sapi asal Bima. Selain pembeli individu, sejumlah masjid, komunitas, hingga perusahaan juga disebut turut memesan sapi dalam jumlah cukup besar untuk kebutuhan kurban bersama. Ia mengaku sangat terbantu dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang membuat penjualan hewan ternak kembali bergairah setelah beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan ekonomi dan distribusi. Antusiasme pembeli bahkan terlihat sejak pagi hari di lokasi penjualan yang dipadati calon pembeli dari berbagai kawasan Jakarta.
Di tengah tingginya permintaan, harga sapi kurban tahun ini juga mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya akibat biaya pakan dan distribusi yang meningkat. Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu memengaruhi minat masyarakat untuk membeli hewan kurban dengan kualitas terbaik. Said mengatakan sebagian besar sapi miliknya telah dipesan jauh hari sehingga proses penjualan berjalan lebih tertata dan efisien. Ia juga memastikan seluruh sapi yang dijual telah melewati pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan agar aman untuk dijadikan hewan kurban. Situasi tersebut membuat para pembeli merasa lebih percaya diri dalam memilih hewan ternak yang sesuai kebutuhan dan syariat.
Para pedagang hewan kurban lainnya di kawasan Jakarta Selatan juga mengaku mengalami peningkatan transaksi dibandingkan pekan sebelumnya. Banyak warga mulai memanfaatkan akhir pekan untuk mencari sapi maupun kambing kurban karena khawatir stok berkualitas cepat habis mendekati hari raya. Sejumlah pedagang bahkan harus menambah tenaga kerja sementara guna membantu proses pelayanan pembeli dan perawatan hewan di kandang penjualan. Pengamat ekonomi peternakan menilai tingginya aktivitas jual beli hewan kurban menjadi indikator positif bagi perputaran ekonomi masyarakat menjelang Iduladha. Selain membantu peternak daerah memperoleh keuntungan, aktivitas tersebut juga membuka peluang usaha bagi sektor transportasi, pakan ternak, hingga pekerja harian di lokasi penjualan.
Momentum penjualan sapi kurban tahun ini menjadi pengalaman menggembirakan bagi Said dan para peternak lainnya yang datang dari luar daerah untuk berjualan di Jakarta. Ia berharap dua sapi tersisa dapat segera terjual sebelum puncak perayaan Iduladha tiba dalam beberapa hari ke depan. Tingginya permintaan hewan kurban juga memperlihatkan bahwa tradisi berkurban masih menjadi prioritas penting bagi masyarakat setiap tahunnya. Dengan kondisi pasar yang ramai dan distribusi yang berjalan lancar, para pedagang optimistis penjualan hewan ternak akan terus meningkat hingga mendekati hari raya. Situasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sektor peternakan rakyat masih memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional, khususnya pada momen keagamaan besar seperti Iduladha.







