Jakarta, 26 September 2026 –
Perjuangan Indonesia di Olimpiade Catur 2026 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, memasuki fase krusial menjelang berakhirnya turnamen. Hingga delapan babak, tim putri Indonesia berada di peringkat ke-14 dari 189 negara, sedangkan tim putra menempati posisi ke-48 dari 206 peserta. Posisi tersebut membuat peluang Indonesia mencapai target 20 besar masih terbuka, terutama melalui sektor putri yang mampu bersaing di papan atas. Olimpiade tahun ini berlangsung dalam 11 babak dengan pertandingan terakhir dijadwalkan pada Minggu, 27 September 2026.
Performa tim putri menjadi salah satu sorotan setelah mampu memperbaiki posisi secara signifikan. Pada babak kedelapan, Indonesia menaklukkan Swiss dengan skor tipis 2,5-1,5 dan melonjak ke peringkat ke-14. Hasil tersebut juga membuat Indonesia berada di atas sejumlah negara Asia Tenggara dalam klasemen sementara, termasuk Vietnam dan Filipina. Sebelumnya, tim putri juga mencatat kemenangan 3-1 atas Singapura pada babak ketujuh. Konsistensi pada pertandingan-pertandingan akhir menjadi kunci untuk mempertahankan peluang finis di posisi terbaik.
Persaingan bahkan semakin ketat setelah babak kesembilan. Data terbaru menunjukkan tim putri Indonesia telah mengumpulkan 14 match point dari sembilan pertandingan dan berada di peringkat kesembilan klasemen sementara. Indonesia mencatat tujuh kemenangan dan dua kekalahan dengan total 24,5 poin dari papan pertandingan. Posisi tersebut menempatkan Merah Putih bersama kelompok negara yang masih bersaing ketat di papan atas, termasuk Prancis, Armenia, Polandia, Vietnam, dan Yunani. Dengan dua babak tersisa, setiap hasil akan memberikan pengaruh besar terhadap posisi akhir karena selisih match point antartim sangat tipis.
Tim putra menghadapi perjalanan yang lebih berat. Pada babak ketujuh, Indonesia harus mengakui keunggulan Ukraina yang merupakan unggulan ke-12 dengan skor 0,5-3,5. Meski kalah secara tim, IM Gilbert Elroy Tarigan menghasilkan catatan penting setelah mampu menahan remis GM Vasyl Ivanchuk. Indonesia kemudian bangkit pada babak kedelapan dengan kemenangan telak 3,5-0,5 atas Angola sehingga posisinya kembali naik ke peringkat ke-48. Tim putra Indonesia sendiri datang ke Samarkand dengan susunan yang antara lain diperkuat GM Susanto Megaranto, IM Arif Abdul Hafiz, Gilbert Elroy Tarigan, Satria Duta Cahaya, dan Nayaka Budhidharma.
Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Pujalaksana sebelumnya menegaskan perjuangan Indonesia belum selesai karena masih terdapat kesempatan memperbaiki posisi pada babak-babak terakhir. Selain mengejar posisi keseluruhan, Indonesia juga mempunyai peluang mendapatkan hasil terbaik dalam kategori berdasarkan unggulan awal atau seed. Target maksimal yang dibidik adalah membawa Indonesia menembus 20 besar. Ketua PB Percasi Agustiar Sabran juga menyampaikan dukungan kepada para pecatur yang bertanding dan berharap Olimpiade 2026 dapat menghasilkan catatan baru bagi catur Indonesia.
Target tersebut memiliki arti penting jika melihat sejarah penampilan Indonesia di Olimpiade Catur. Tim putra telah berpartisipasi sejak Olimpiade 1960 di Leipzig dan pencapaian terbaiknya adalah posisi ke-19 pada Olimpiade 1986 di Dubai. Sementara itu, tim putri pertama kali tampil pada 1982 di Lucerne dan pernah mencapai peringkat ke-11 pada Olimpiade 1996 di Yerevan. Hasil yang diraih tim putri di Samarkand membuat peluang mendekati catatan terbaik tersebut tetap terbuka. Namun, format Swiss membuat perubahan peringkat dapat terjadi dengan cepat karena hasil pertandingan serta sistem tie-break berpengaruh ketika beberapa negara mengumpulkan match point yang sama.
Dua babak terakhir pada 26 dan 27 September kini menjadi penentu posisi akhir Indonesia di Olimpiade Catur 2026. Tim putri berada dalam situasi yang menjanjikan setelah mampu menembus 10 besar seusai sembilan babak, sementara tim putra masih berusaha memperbaiki peringkat melalui hasil maksimal pada pertandingan tersisa. Setiap kemenangan bernilai dua match point sehingga pergerakan klasemen masih sangat mungkin terjadi hingga babak terakhir. Konsistensi, ketahanan menghadapi pertandingan panjang, serta kemampuan memanfaatkan peluang di setiap papan akan menentukan hasil akhir Merah Putih. Indonesia pun masih menjaga asa menutup Olimpiade Catur 2026 dengan posisi yang lebih baik sekaligus membuka peluang mencatatkan salah satu pencapaian penting dalam sejarah keikutsertaannya.




