Jakarta, 16 Oktober 2026 – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru yang kini dikenal sebagai I.League, Ferry Paulus, menyoroti pentingnya kehadiran suporter tim tamu dalam pertandingan sepak bola nasional. Ia berharap stadion-stadion di Indonesia dapat kembali dipenuhi pendukung dari kedua kesebelasan tanpa mengabaikan faktor keamanan. Menurutnya, atmosfer pertandingan akan semakin menarik apabila suporter tuan rumah dan tim tamu dapat memberikan dukungan secara langsung. Namun, keinginan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan penyelenggara dalam memastikan keselamatan seluruh penonton. Ferry menekankan bahwa keamanan menjadi syarat utama sebelum kebijakan kehadiran suporter tamu dapat diterapkan secara lebih luas.
Wacana mengenai kehadiran suporter tim tamu kembali menjadi perhatian seiring upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi Super League 2026-2027. Selama beberapa musim terakhir, pembatasan terhadap suporter tamu menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko bentrokan antarkelompok pendukung. Kebijakan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan berbagai persoalan keamanan yang pernah terjadi dalam pertandingan sepak bola nasional. Meski demikian, pembatasan juga menimbulkan tantangan dalam membangun atmosfer pertandingan yang lebih meriah dan inklusif. Kehadiran pendukung dari kedua tim dinilai dapat meningkatkan daya tarik kompetisi apabila seluruh pihak mampu menjaga ketertiban. Karena itu, penyelenggara liga terus menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan keinginan menghadirkan pengalaman menonton yang lebih baik.
Ferry Paulus memandang bahwa stadion yang ramai merupakan salah satu indikator penting perkembangan industri sepak bola profesional. Dukungan penonton tidak hanya memberikan semangat kepada pemain, tetapi juga berkontribusi terhadap pemasukan klub melalui penjualan tiket dan aktivitas komersial lainnya. Atmosfer pertandingan yang positif berpotensi meningkatkan minat masyarakat untuk menyaksikan kompetisi secara langsung. Kehadiran suporter tim tamu juga dapat menciptakan pengalaman berbeda karena kedua kelompok pendukung memiliki kesempatan menunjukkan kreativitas dan loyalitas kepada klub masing-masing. Namun, potensi manfaat tersebut tidak boleh mengesampingkan keselamatan penonton dan petugas pertandingan. Oleh sebab itu, setiap rencana perubahan kebijakan harus mempertimbangkan kondisi keamanan secara menyeluruh.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kesiapan infrastruktur stadion dalam mengakomodasi kehadiran pendukung dari dua kesebelasan. Penyelenggara pertandingan perlu memastikan tersedianya pemisahan area penonton, jalur masuk dan keluar yang aman, serta pengaturan kapasitas sesuai ketentuan. Sistem pemeriksaan tiket dan pengawasan di sekitar stadion juga harus berjalan efektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Selain itu, koordinasi antara klub, operator kompetisi, aparat kepolisian, dan pengelola stadion menjadi bagian penting dalam persiapan pertandingan. Penilaian risiko perlu dilakukan berdasarkan karakteristik laga, termasuk riwayat rivalitas antarsuporter. Dengan persiapan yang matang, peluang menghadirkan pertandingan yang aman dan nyaman dapat semakin ditingkatkan.
Persoalan keamanan suporter menjadi perhatian besar dalam sepak bola Indonesia setelah berbagai insiden yang menimbulkan korban dan kerugian. Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 menjadi pengingat mengenai pentingnya pengelolaan keselamatan pertandingan secara menyeluruh. Peristiwa tersebut mendorong berbagai evaluasi terhadap standar keamanan stadion, prosedur pengendalian massa, dan tanggung jawab penyelenggara. Dalam konteks kehadiran suporter tamu, pembenahan tersebut menjadi dasar penting sebelum kebijakan dapat dilonggarkan. Penyelenggara tidak cukup hanya mengandalkan pengamanan pada hari pertandingan, tetapi juga harus menyiapkan prosedur pencegahan sejak tahap perencanaan. Keselamatan seluruh pihak harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.
Selain kesiapan fasilitas, perubahan perilaku suporter juga dinilai memiliki peran besar dalam mewujudkan pertandingan yang aman. Kelompok pendukung diharapkan mampu membangun budaya rivalitas sehat dengan tetap menghormati suporter lawan. Persaingan di lapangan seharusnya menjadi bagian dari hiburan olahraga dan tidak berkembang menjadi permusuhan di luar stadion. Edukasi mengenai aturan pertandingan, larangan kekerasan, dan konsekuensi pelanggaran perlu terus dilakukan secara konsisten. Klub juga memiliki tanggung jawab untuk menjalin komunikasi dengan komunitas pendukungnya agar potensi konflik dapat dicegah sejak awal. Keterlibatan aktif suporter dalam menjaga ketertiban menjadi faktor penting untuk mendukung perubahan kebijakan pada masa mendatang.
Di sisi lain, penerapan kebijakan yang memungkinkan kehadiran suporter tamu membutuhkan mekanisme evaluasi yang jelas. Operator kompetisi dapat mempertimbangkan kesiapan masing-masing stadion dan tingkat risiko pertandingan sebelum menentukan pengaturan penonton. Pertandingan dengan potensi kerawanan tinggi memerlukan perhatian khusus dibandingkan laga yang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Evaluasi juga perlu mencakup kesiapan petugas keamanan, sistem penjualan tiket, dan koordinasi antarkelompok suporter. Jika ditemukan kelemahan dalam penyelenggaraan, langkah perbaikan harus dilakukan sebelum kebijakan diterapkan secara lebih luas. Pendekatan bertahap dapat menjadi salah satu pilihan untuk memastikan keselamatan tetap terjaga tanpa menghambat perkembangan atmosfer sepak bola nasional.
Keinginan Ferry Paulus menghadirkan kembali suporter tim tamu mencerminkan harapan agar kompetisi sepak bola Indonesia semakin berkembang sebagai hiburan olahraga yang aman dan menarik. Stadion yang dipenuhi pendukung kedua tim berpotensi menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup sekaligus memperkuat nilai komersial kompetisi. Namun, keberhasilan mewujudkan kondisi tersebut membutuhkan komitmen bersama dari operator liga, klub, aparat keamanan, pengelola stadion, dan seluruh kelompok suporter. Pembenahan fasilitas serta peningkatan kedisiplinan penonton harus berjalan beriringan agar risiko gangguan keamanan dapat diminimalkan. Ferry berharap sepak bola Indonesia mampu membangun budaya pertandingan yang kompetitif tanpa mengorbankan keselamatan siapa pun. Dengan persiapan yang tepat, kehadiran suporter tamu di stadion dapat menjadi bagian dari kemajuan penyelenggaraan kompetisi nasional.




