Jakarta, 29 Agustus 2026 – Timnas basket putra Indonesia mengawali perjalanan di Grup C Ronde 1 Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Singapura dengan skor 80-54 di Arena Seremban, Malaysia, Jumat (28/8/2026). Pelatih David Singleton mengungkap bahwa pertahanan solid sejak awal menjadi salah satu faktor utama yang membuat skuad Garuda mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Indonesia langsung membangun tekanan melalui permainan defensif yang agresif sehingga Singapura kesulitan mengembangkan serangan dan mengejar ketertinggalan. Keunggulan yang tercipta sejak awal kemudian mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut membawa Indonesia mengawali persaingan grup dengan modal dua poin sekaligus menempati posisi teratas klasemen sementara.
Pertandingan sempat diawali dengan kejutan ketika Singapura membuka skor melalui tembakan dua angka Zachary Jian-Kai Helzer. Indonesia kemudian merespons melalui Dame Diagne yang menyamakan kedudukan dan menjadi titik awal kebangkitan permainan tim Merah Putih. Setelah itu, Indonesia mengambil alih kendali pertandingan dengan tekanan pertahanan yang membuat lawan kesulitan mendapatkan ruang untuk mengembangkan serangan. Skuad asuhan Singleton menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-6 dan terus memperlebar jarak pada kuarter kedua. Pada akhir paruh pertama, Indonesia sudah unggul 40-14 setelah mampu menambah 22 angka sementara Singapura hanya mencetak delapan poin.
Dominasi Indonesia tidak hanya bergantung pada penampilan sejumlah pemain utama. Singleton menilai kedalaman skuad menjadi bagian penting dari keberhasilan tim menjaga keunggulan dalam pertandingan dengan tempo tinggi. Banyak pemain mendapatkan kesempatan bermain dan mampu memberikan kontribusi sesuai peran masing-masing sehingga beban permainan tidak bertumpu pada satu atau dua nama. Yudha Saputera menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 16 poin, satu rebound, dan tiga assist, sedangkan Rio Disi menyumbangkan 15 poin, empat rebound, dan empat assist. Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan kolektif menjadi salah satu modal Indonesia dalam menghadapi rangkaian pertandingan internasional.
Meski berhasil menang dengan selisih 26 poin, Singleton tetap melihat adanya sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Singapura sempat memberikan perlawanan lebih kuat setelah turun minum, terutama pada kuarter ketiga dan keempat. Pada kuarter ketiga, Singapura mencetak 14 poin dan Indonesia menambah 17 angka sehingga skor menjadi 57-28. Situasi kembali berubah pada kuarter terakhir ketika Singapura mampu menghasilkan 26 poin, yang menjadi perolehan tertinggi mereka dalam satu kuarter sepanjang pertandingan. Indonesia tetap mampu menjaga jarak dengan tambahan 23 poin dan memastikan kemenangan 80-54, tetapi Singleton menilai konsistensi intensitas permainan harus terus diperbaiki.
Menurut Singleton, tim tidak boleh menurunkan standar permainan hanya karena sudah unggul jauh. Dalam pertandingan internasional, lawan dapat meningkatkan tekanan kapan saja sehingga pemain dituntut tetap menjaga fokus dan memberikan respons yang tepat. Pelatih asal Amerika Serikat itu juga menyoroti aspek fisik sebagai tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Para pemain Indonesia harus memiliki daya juang dan kesiapan menghadapi permainan fisik yang menjadi bagian dari persaingan di level internasional. Evaluasi tersebut menjadi penting karena lawan yang akan dihadapi Indonesia berikutnya memiliki karakter permainan yang berbeda dan diperkirakan memberikan tekanan lebih besar.
Kemenangan atas Singapura sekaligus memberikan posisi awal yang menguntungkan bagi Indonesia di Grup C. Setelah pertandingan pertama, Indonesia mengoleksi dua poin dan berada di puncak klasemen sementara, sementara Hong Kong juga mengawali persaingan dengan kemenangan atas Malaysia. Persaingan grup masih terbuka karena Indonesia harus menjalani dua pertandingan berikutnya dalam waktu berdekatan. Setelah mendapatkan waktu tanpa pertandingan pada Sabtu (29/8), skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Hong Kong pada Minggu (30/8). Sehari kemudian, Indonesia kembali harus bertanding melawan tuan rumah Malaysia dalam pertandingan yang akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi tim.
Menghadapi jadwal padat tersebut, Singleton memilih tidak terlalu jauh memikirkan kemungkinan lolos maupun berbagai skenario klasemen. Fokus utama tim adalah mempersiapkan pertandingan terdekat dengan melakukan evaluasi terhadap penampilan sebelumnya. Pada masa jeda, tim dijadwalkan menjalani latihan, menonton rekaman pertandingan, menyusun laporan scouting, serta memperbaiki strategi yang diperlukan sebelum menghadapi Hong Kong. Pendekatan satu pertandingan pada satu waktu dipilih agar pemain tidak terbebani oleh berbagai perhitungan mengenai persaingan grup. Singleton juga menargetkan Indonesia dapat meraih kemenangan kedua dan mempertahankan momentum positif yang sudah dibangun sejak laga pembuka.
Kemenangan telak atas Singapura pada akhirnya menjadi awal yang positif bagi perjalanan Timnas Basket Putra Indonesia dalam Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Pertahanan agresif, keunggulan yang dibangun sejak awal, serta kedalaman skuad menjadi faktor yang dinilai Singleton berperan besar dalam hasil tersebut. Namun, kemampuan mempertahankan intensitas selama empat kuarter masih menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan sebelum menghadapi lawan berikutnya. Indonesia kini perlu mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada Hong Kong yang juga mengawali kompetisi dengan kemenangan. Hasil pertandingan berikutnya akan menjadi bagian penting dalam menentukan posisi Indonesia di Grup C sekaligus mengukur sejauh mana skuad asuhan Singleton mampu menjaga konsistensi setelah membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan.




