Jakarta, 10 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengajak tiga negara mitra untuk mempercepat kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS dengan kapasitas hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju energi bersih.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam strategi Indonesia memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global. Pemerintah menilai pengembangan energi surya memiliki potensi besar karena Indonesia berada di wilayah tropis dengan paparan sinar matahari melimpah sepanjang tahun.
Dalam pembahasan kerja sama tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam bidang investasi, transfer teknologi, hingga pengembangan infrastruktur energi hijau. Proyek PLTS berskala besar diyakini dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.
Selain memperkuat sektor energi, pembangunan PLTS juga disebut berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan industri teknologi hijau di Indonesia. Pemerintah berharap proyek energi bersih dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pengamat energi menilai kapasitas 100 GW merupakan target besar yang membutuhkan dukungan investasi dan kesiapan infrastruktur yang kuat. Namun, mereka juga menyebut langkah tersebut dapat menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan Asia.
Di tengah tren global menuju energi ramah lingkungan, banyak negara mulai meningkatkan investasi di sektor energi surya, angin, dan sumber energi bersih lainnya. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan energi hijau karena potensi sumber daya alam yang melimpah.
Pemerintah optimistis kerja sama internasional dalam pembangunan PLTS dapat mempercepat transformasi sektor energi nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan investasi global, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi dalam transisi energi bersih dunia.







