Jakarta, 5 September 2026 – Penyanyi Vicky Shu mengungkap keputusan menarik yang dibuat bersama suaminya, Ade Imam Prabowo, dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2. Keduanya sama-sama memiliki keinginan untuk kembali menempuh pendidikan, tetapi sepakat tidak menjalani perkuliahan pada waktu bersamaan. Pertimbangan utama mereka adalah memastikan kebutuhan dan pendampingan terhadap anak-anak tetap menjadi prioritas di tengah kesibukan akademik. Vicky menilai kuliah S2 membutuhkan waktu, konsentrasi, serta tanggung jawab yang tidak sedikit sehingga akan lebih sulit apabila dirinya dan suami sama-sama sibuk dalam periode yang sama. Karena itu, pasangan tersebut memilih bergantian menempuh pendidikan agar salah satu dari mereka tetap memiliki waktu lebih fleksibel bersama keluarga.
Keputusan tersebut lahir dari pembicaraan Vicky dan Ade mengenai pembagian tanggung jawab sebagai orang tua. Mereka memahami pendidikan tetap penting untuk pengembangan diri, tetapi kebutuhan anak tidak ingin dikorbankan demi mengejar target akademik secara bersamaan. Vicky mengatakan prinsip yang mereka terapkan sederhana, yakni keduanya tidak boleh sama-sama menjalani kuliah S2 dalam waktu yang sama. Ketika salah satu sedang fokus pada pendidikan, pihak lainnya dapat mengambil porsi lebih besar dalam mendampingi anak. Setelah pendidikan salah satu selesai, kesempatan berikutnya diberikan kepada pasangan untuk melanjutkan studi.
Vicky lebih dahulu menyelesaikan pendidikan magisternya sebelum sang suami mendapatkan giliran untuk kembali kuliah. Penyanyi yang dikenal melalui sejumlah lagu populer tersebut menempuh pendidikan S2 dengan konsentrasi hukum bisnis. Pilihan bidang tersebut menjadi kelanjutan dari ketertarikannya terhadap dunia hukum yang telah dimulai sejak pendidikan sarjana. Meski tetap memiliki aktivitas profesional dan tanggung jawab keluarga, Vicky berusaha menyelesaikan perkuliahan dengan pembagian waktu yang telah disepakati bersama suami. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat proses pendidikan tersebut dapat dijalankan tanpa mengabaikan perannya sebagai ibu.
Setelah Vicky menyelesaikan pendidikan S2, giliran Ade Imam Prabowo yang melanjutkan studi. Vicky kemudian mengambil porsi lebih besar dalam mendampingi kehidupan sehari-hari anak-anak ketika suaminya harus membagi perhatian dengan kegiatan akademik. Pola tersebut menurutnya menjadi jalan tengah agar masing-masing tetap memiliki kesempatan mengembangkan pendidikan. Tidak ada pihak yang harus mengubur rencana akademiknya hanya karena telah memiliki keluarga. Perbedaannya, mereka memilih mengatur waktu secara bergantian sehingga kebutuhan rumah tangga tetap dapat berjalan dengan lebih seimbang.
Bagi Vicky, keputusan untuk tidak kuliah bersamaan juga berkaitan dengan fase tumbuh kembang anak yang tidak dapat diulang. Ia menyadari kesibukan pekerjaan sudah mengambil sebagian waktu orang tua sehingga penambahan kegiatan akademik berpotensi membuat waktu bersama anak semakin terbatas. Apabila dirinya dan suami sama-sama memiliki tugas kuliah, jadwal kelas, penelitian, serta pekerjaan pada periode yang sama, perhatian terhadap keluarga dikhawatirkan menjadi berkurang. Karena itu, pasangan tersebut memilih tidak mengambil risiko tersebut. Pendidikan tetap berjalan, tetapi jadwalnya disesuaikan dengan kondisi keluarga.
Vicky dan Ade menikah pada 23 September 2017 dan telah dikaruniai dua orang putra, Abimanyu Manggala Nugroho Putro dan Guinandra Lumintang Nugroho Putro. Sejak memiliki anak, Vicky memang lebih selektif mengatur kegiatan di dunia hiburan dibandingkan periode sebelum menikah. Ia tetap menerima berbagai pekerjaan, tetapi berusaha menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga. Kehadiran dua anak membuat pengaturan waktu menjadi semakin penting karena masing-masing memiliki aktivitas dan kebutuhan pendampingan berbeda. Vicky dan suami kemudian berusaha membangun pola kerja sama agar tanggung jawab tersebut tidak hanya dibebankan kepada salah satu pihak.
Pembagian peran yang diterapkan pasangan tersebut tidak dibuat secara kaku berdasarkan posisi suami atau istri. Ketika Vicky membutuhkan waktu untuk pendidikan maupun pekerjaan, Ade memberikan dukungan dengan mengambil tanggung jawab lebih besar di rumah. Hal serupa dilakukan Vicky ketika suaminya sedang membutuhkan fokus terhadap studi dan aktivitas profesional. Menurutnya, komunikasi menjadi unsur penting karena jadwal setiap anggota keluarga dapat berubah. Dengan mengetahui kebutuhan masing-masing, mereka dapat menentukan siapa yang memiliki waktu lebih banyak untuk mendampingi anak pada periode tertentu.
Pengalaman tersebut juga membuat Vicky melihat pendidikan setelah menikah bukan sesuatu yang harus dihentikan, tetapi membutuhkan perencanaan lebih matang. Tantangannya berbeda dibandingkan ketika seseorang masih belum memiliki tanggung jawab keluarga. Mahasiswa yang sekaligus menjadi orang tua harus memperhitungkan jadwal kuliah, tugas, pekerjaan, kebutuhan pasangan, dan aktivitas anak. Karena itu, dukungan dari pasangan dapat menentukan apakah proses pendidikan dapat berjalan secara sehat. Vicky memilih menggunakan sistem bergantian sebagai solusi yang paling sesuai dengan kondisi keluarganya.
Di luar kesibukannya sebagai ibu, Vicky tetap menjalani sejumlah aktivitas profesional. Namanya dikenal di industri hiburan Indonesia sejak akhir 2000-an dan ia pernah merilis sejumlah karya musik sekaligus tampil dalam berbagai program televisi. Setelah menikah, prioritasnya perlahan mengalami perubahan meskipun ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan. Pendidikan juga menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian lebih besar dalam perjalanan hidupnya. Kesempatan menyelesaikan jenjang magister menjadi pencapaian pribadi sekaligus bagian dari rencana jangka panjang yang telah dibicarakan bersama keluarga.
Pilihan Vicky Shu dan Ade Imam Prabowo untuk bergantian menempuh pendidikan akhirnya menjadi cara mereka menjaga keseimbangan antara pengembangan diri dan tanggung jawab sebagai orang tua. Keduanya tidak menganggap kehadiran anak sebagai penghalang untuk melanjutkan pendidikan, tetapi menyadari bahwa waktu bersama keluarga tetap membutuhkan prioritas. Prinsip “enggak boleh bareng” menjalani S2 menjadi kesepakatan agar setidaknya salah satu orang tua selalu memiliki ruang lebih besar untuk mendampingi anak. Setelah Vicky menyelesaikan studinya, kini giliran sang suami mendapatkan kesempatan yang sama. Bagi pasangan tersebut, pendidikan dan keluarga tetap dapat berjalan berdampingan selama pembagian waktu dan tanggung jawab direncanakan bersama.





